Apakah semua manusia itu berbeda?
Haruskah kita menolong tanpa harus melihat kesamaan?
Menolong tanpamempedulikan tembok perbedaan
Bukankah, harusnya begitulah manusia?
Ketika kulihat langit di angkasa
Melihat juga matahari dan bulan yang bekerjasama
Mereka bergantian menjadi siang dan malam
Tanpa beradu, tanpa saling menjatuhkan
Kulihat lagi sang pelangi yang membentang di atas kepala
Mereka saling berbagi warna tanpa ingin terlihat menonjol
Saling berbagi tempat untuk membentuk keindahan
Tanpa bertengkar yang akhirnya menghasilkan warna buram
Dan ketika semut – semut di tanah lebih mementingkan kebersamaan
Saling bahu – membahu mengangkat ribuan beban
Kekuatan kecil yang berubah menjadi besar karena bersama
Kekuatan kecil yang membuktikan sebuah tali persaudaraan
Lalu, ketika menusia adalah manusia
Mahluk yang memiliki sesuatu yang berharga didadanya
Namun seolah sesuatu itu tak berfungsi
Mungkinkan telah terjadi kesalahan?
Ketika seseorang menangis dalam kesedihan
Kenapa banyak yang menutup mata?
Berfikir seolah itu bukanlah urusannya
Padahal kita semua sama
Dapatkah kita seperti matahari dan bulan yang saling mendukung?
Dapatkah kita seperti pelangi yang saling mengindahkan?
Dapatkah kita seperti semut yang saling membantu?
Bukankah kita adalah manusia yang sesungguhnya…
Haru – 22 Maret 2011 19:48
“Saya masih ingat bagaimana inspirasi itu muncul. Adalah ketika saya menyaksikan seorang nenek yang sudah tua dimarahi seorang Sopir Angkot karena tak memiliki uang untuk ongkos…”